RS UNUD jadi rujukan rangkaian KTT G20 di Bali
Elshinta.com, Rumah Sakit Universitas Udayana (RS UNUD) saat ini dipercaya pemerintah menjadi rumah sakit rujukan selama pelaksanaan acara atau event internasional di Bali, salah satunya rangkaian pelaksanaan KTT G20.

Elshinta.com - Rumah Sakit Universitas Udayana (RS UNUD) saat ini dipercaya pemerintah menjadi rumah sakit rujukan selama pelaksanaan acara atau event internasional di Bali, salah satunya rangkaian pelaksanaan KTT G20. Sebelumnya RS UNUD juga pernah ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan sekaligus sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.
“Jadi semenjak awal diresmikan Tahun 2018, RS Unud berkembang sangat pesat. Pasca 2 tahun setelah ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan khusus isolasi Covid-19, RS Unud juga dipercaya menjadi RS rujukan pelaksanaan berbagai acara internasional (termasuk KTT G20),” kata Direktur Utama (Dirut) RS Unud Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si., Sp.MK., (K) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Selasa (6/9).
Sebegai informasi, RS Unud juga telah menyandang predikat RS tipe B. Maka dengan demikian RS Unud telah siap menjadi RS rujukan selama pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan pertenuan presidensi KTT G20 di Bali yang puncaknya akan dihadiri pemiimpin atau kepala negara pada 15-16 November 2022 mendatang.
“Dimana hal ini juga menjadi momentum paling bahagia dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 RS UNUD pada tanggal 3 September 2022,” jelasnya.
Sementara itu, sejak 14 Juli 2022 lalu izin operasional RS kelas B yang diterbitkan oleh Gubernur Bali untuk RS Udayana. Dengan demikian RS UNUD sudah naik kelas menjadi RS kelas B dengan jumlah tempat tidur sebanyak 200 buah.
Rumah Sakit Universitas Udayana (RS UNUD) atau yang juga dikenal RSPTN UNUD kini telah resmi menyandang predikat RS Negeri tipe B, dimana sebelumnya sempat menyandang RS tipe C sejak tanggal 3 September 2019. Predikat RS Negeri tipe B diraih setelah sebelumnya sempat melalui pengajuan.
Persetujuan kenaikan kelas untuk standar RS tipe B telah ditetapkan pada 27 Juni 2022 lalu melalui Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupateb Badung, DPMPTSP dan Labkes Provinsi Bali.
“RS UNUD terus berkomitmen mencetak calon dokter atau tenaga kesehatan (nakes), dan memberi layanan prima ke masyarakat di Bali,” tambahnya.
Ia menambahkan, RS UNUD naik tingkat ke RS tipe B ini telah ditetapkan melaui Surat Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor: 122/UN14.6/HK/2022 tentang Penetapan Pelayanan dan Jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit Universitas Udayana.
Sementara itu, dalam acara jumpa pers tersebut juga dihadiri secara langsung oleh Direktur Yanmed dan Keperawatan, dr. I Wayan Aryabiantara, Sp.An (KIC), Dir SDM dan Akademik, dr. Komang Ayu Witarini, Sp.A (K), dan Dir Umum dan Keuangan dr Made Ayu Haryati, MARS.
Dengan adanya kenaikan kelas ini, secara tidak langsung RS UNUD juga meningkatkan pelayanannya, khususnya pelayanan gawat darurat di bawah Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang saat ini telah menggunakan sistem triase START (Simple Triage and Rapid Treatment) dimana pengkategorian pasien dibedakan menurut kegawatannya dengan kode warna.
Kode merah untuk pasien gawat darurat, kode kuning untuk pasien gawat tetapi tidak darurat, dan kode hijau untuk pasien tidak gawat dan tidak darurat, serta pelayanan PONEK memberi pelayanan untuk kegawatdaruratan ibu hamil dan bayi baru lahir.
RS UNUD dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lengkap siap mendukung presidensi G20. RS Unud juga memiliki Travel Medicine Centre sebagai spesialisasi dari kesehatan global yang dikhususkan dalam menjaga kesehatan para wisatawan yang bepergian lintas negara.
RS Unud kini juga mengembangkan RS yang bebas nyeri bagi pasien sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu ada wisatawan melakukan perjalanan internasional ke Bali. Dimana lmereka dapat terpapar oleh berbagai penyakit oleh perubahan cuaca, geografi dan paparan penyakit menular maupun kecelakaan selama berwisata.
“Sedangkan Medical Tourism sebagai salah satu cabang dari Travel Medicine, Medical Tourism adalah perjalanan wisata untuk mendapatkan pelayanan kesehatan baik general check up, pengobatan dan rehabilitasi,” pungkas dr. Wayan Aryabiantara.